Rabu, 17 Juni 2015

Stasiun Penyiaran




A.          Pengertian Stasiun Penyiaran
Penyiaran adalah keseluruhan proses penyampaian siaran yang dimulai dari penyiapan materi produksi, proses produksi,  penyiapan bahan siaran, kemudian pemancaran sampai kepada penerimaan siaran tersebut oleh pendengar/ pemirsa disuatu tempat. Istilah “stasiun penyiaran” muncul ketika undang-undang pasal 31 menjelaskan bahwa “lembaga penyiaran yang menyelenggarakan jasa penyiaran radio atau jasa penyiaran televisi terdiri atas stasiun penyiaran jaringan dan atau stasiun penyiaran lokal”. Unsur-unsur stasiun penyiaran yang meliputi : kepemilikan, perizinan, fungsi, kegiatan, dan sebagainya.
Terdapat lima syarat mutlak yang harus dipenuhi untuk dapat terjadinya penyiaran. Kelima syarat tersebut adalah :
1.             Spektrum frekuensi radio
2.             Sarana pemancaran/transmisi
3.             Adanya siaran (program atau acara)
4.             Adanya perangkat penerima siaran (receiver)
5.             Dapat diterima secara serentak/bersamaan
Oleh karena itu yang termasuk dalam media penyiaran tentunya adalah medi televisi dan media radio atau hanya media yang bersifat elektronik saja.

B.          Lembaga-Lembaga Penyiaran
Dalam UU RI No. 32 tahun 2002, pada pasal 13 ayat 2 ditegaskan bahwa jasa penyiaran diselenggarakan oleh :

1.           Penyiaran Publik
Secara khusus, publik dalam istilah penyiaran publik diposisikan dalam dua pengertian, yakni sebagai khalayak (pemirsa atau pendengar) dan sebagai partisipan yang aktif. Pemahaman ini terkait dengan kebebasan menyatakan pendapat, hak untuk mendapatkan informasi, serta upaya pemberdayaan masyarakat dalam proses menuju civil society. Sementara mengenai syarat penyiaran publik (public service broadcasting), diantaranya adalah media  yang: 1) tersedia (available) secara “general-geographis”, 2) memiliki concern terhadap identitas dan kultur nasional, 3) bersifat independen, baik dari kepentingan negara maupun kepentingan komersil, 4) memiliki imparsialitas program, 5) memiliki ragam variasi program, dan 6) pembiayaannya dibebankan kepada pengguna media. Definisi tersebut mengandaikan bahwa penyiaran publik dibangun didasarkan pada kepentingan, aspirasi, gagasan publik yang dibuat berdasarkan swadaya dan swamandiri dari masyarakat atau publik pengguna dan pemetik manfaat penyiaran publik. Oleh karena itu, ketika penyiaran publik dibangun bersama atas partisipasi publik, maka fungsi dan nilai kegunaan penyiaran publik tentunya ditujukan bagi berbagai kepentingan dan aspirasi publik.
Secara filosofis, urgensi kehadiran media penyiaran publik berangkat dari kehidupan publik yang dilihat dari posisi sebagai warga masyarakat hanya dalam dua ranah, yaitu dalam lingkup kekuasaan dan lingkup pasar. Padahal, masyarakat memiliki ruang tersendiri untuk berapresiasi, berkarya, berpendapat, dan bersikap terhadap realitas yang ada di sekelilingnya. Oleh karena itu, munculnya pandangan dikotomis yang mengabaikan peran dan posisi warga negara dalam konteks hubungan sosial dan bernegara telah mengabaikan adanya kenyataan tentang ranah publik yang diharapkan dapat menjadi zona bebas dan netral yang di dalamnya berlangsung dinamika kehidupan yang bersih dari kekuasaan dan pasar. Habermas menyebut ranah ini sebagai ranah publik atau public sphere.
Secara garis besar, ada empat alasan mengapa lembaga penyiaran publik itu penting dalam sistem demokrasi. Pertama, dalam konteks kehidupan demokrasi dan penguatan masyarakat sipil, sejatinya, publik berhak mendapatkan siaran yang lebih mencerdaskan, lebih mengisi kepala dengan sesuatu yang lebih bermakna dibandingkan sekedar menjual kepala kepada pemasang iklan melalui logika rating.
Kedua, warga berhak memperoleh siaran yang mencerdaskan tanpa adanya batasan geografis, lebih-lebih sosio-politis. Argumen kedua ini penting karena lembaga penyiaran swasta akan selalu berfikir dalam kerangka besaran jumlah penduduk dan potensi ekonomi untuk membuka jaringannya. Akibatnya, daerah-daerah yang miskin dan secara ekonomi tidak menguntungkan tidak akan mendapatkan layanan siaran swasta.
Ketiga, penyiaran publik merupakan entitas penyiaran yang memiliki concern lebih terhadap identitas dan kultur nasional. Jika lembaga penyiaran swasta acapkali dituduh menjadi bagian dari apa yang sering disebut sebagai imperalisme budaya, maka lembaga penyiaran publik justru sebaliknya. Keberadaan lembaga penyiaran publik penting dalam rangka menjaga identitas dan kultur nasional yang bersifat dinamis.
Keempat, demokrasi media niscaya memerlukan lembaga penyiaran yang bersifat independent, baik dilihat dari kepentingan negara maupun komersial. Hal ini penting digarisbawahi karena lembaga penyiaran yang dikontrol negara akan cenderung menjadi ideological state aparatus, sedangkan lembaga penyiaran yang dikontrol swasta akan mengakibatkan penggunaan logic of acumulation and exclusion sebagai penentu apa dan bagaimana sesuatu ditayangkan. Sebagaimana nanti dapat dilihat dalam pembahasan bab selanjutnya, dominasi lembaga penyiaran swasta telah membuat hanya kelompok masyarakat tertentu yang direpresentasikan dalam media penyiaran nasional. Demikian juga dengan tayangan yang hanya memenuhi keinginan pasar dibandingkan dilandasi oleh usaha yang sungguh-sungguh untuk turut serta, katakanlah, mencerdaskan kehidupan masyarakat.

Sabtu, 06 Juni 2015

Curhat Colongan



Hooollaaa. Temans blogger..

Sudah mulai sibuk nih saya, lebih tepatnya keteteran. Hahahaha... Jadi terbengkalai deh ini blog. Padahal waiting post nya sudah banyak-_- Yah, mau gimana lagi atuh. Seperti yang udah gue bilang, kuliah sambil kerja itu ngak gampang.

Gue udah mulai banyak tugas menjelang UAS, dan semester 2 ini memang sedikit berat tugasnya daripada semester 1. Untungnya gue ambil mata kuliah ngak banyak di semester ini. Kalau banyak, bisa terbengkalai deh tugas gue. Dan, kalau udah week day itu males banget kerjain tugas. Yah kalau lagi rajin aja kerjain tugas di week day. Kalau lagi males ya kerjain di week end, mepet waktu gitu ngerjainnya. Hehehe..

Yah, karena kan kalau week day udah atahnya untuk fokus kerja. Akhir-akhir ini ada masalah sama shipment gue. Dan gue mulai merasa ada ketidaknyamanan dengan beberapa vendor gue. Jadi turun gitu kan mood gue.

Selain tugas dan kerja, beban pikiran gue bertambah. Gue suka seseorang! Hahaha.. Finally gitu kan yaa.. Nih perasaan datang di waktu yang tidak tepat deh. Tapi, yaudahlah ya nikmatin aja.

Well, tunggu post selanjutnya aja deh yang lebih berguna dibandingkan curcol ini~


Jumat, 12 Desember 2014

Billy Gilman Grows Up




Hey Ho Temans Blogger..

Gue mau curhat tentang kesedihan gue :(
Hhhhuuuaaaa.. Galau bombay deh, ampun dah-___-

You know guys, Billy Gilman, yang kecilnya super imut alias cute dengan suara emasnya. Yang sekarang sudah menjelma menjadi laki-laki yang super kece. Dia udah punya cowo :'( :'( :'( :'(:'( Ya ampunn... Ngak habis pikir deh :( Setengah mati gue shock denger berita itu :(

Berawal dari komen salah seorang fans Billy entah dari mana asalnya. Dia komen di facebook, "Male gay artist, but still amazing" Betapa syok gue liat kata "gay", gue pikir harisnya "guy". Tapi ternyata yang dia maksud memang "gay". Langsunglah gue cari youtube. Gue liat ada seorang cowo apload video dengan nama "Billy Gilman Coming Out As Gay", mati gua mati-_- Langsung tutup muka gue baca tuh judul. Isinya? Gue ngak terlalu paham-_- Hahahaha.. Gue ga bisa denger suaranya dengan jelas karena gak pake headphone, terlebih lagi ngak terlalu paham bahasanya juga kan.

Dan akhirnya gue liat twitter Billy, ada video yang dia apload dengan judul "My Story". Gue ngak paham banget dia bilang apa, tapi gue tau dia mengkonfirmasi kalau dia memang gay :( Hancur gue hancur Billy :'( Dan lebih hancur lagi liat tampangnya yang sedih banget >.< Ampun dah ngak kuat liatnya :(

Dan karena berita itu, hampir seminggu gue ngak bersemnagat beraktivitas. Hahahaha.. Lebay ya? Ngak juga sih, pada dasarnya gue memang males :p Well, kalau di jalan lagi denger musik, trus ada lagu Billy, ampun dah mata gue udah berkaca-kaca u,u

Gue tau di Amerika itu adalah hal yang biasa saja. Gue ngak support Billy dalah hal 'asmara' karena memang itu konyol banget. Bukan karena hal seperti itu di Indonesia tabu banget. Ksrena gue yakin, Tuhan gue, ataupun dia menciptakan manusia itu sudah berpasang-pasangan. Laki-laki memnag sudah seharusnya bersama perempuan. Yah, gue harap 'penyakit' Billy ngak selamanya. Gue harap dia akan temukan pujaan hati dia yang sesungguhnya.

Senin, 08 Desember 2014

Bye Bye Killua



Gue sedih pemirsah..

HUNTER X HUNTER TAMATTT :'(

Gimana dengan my Killua? :(

Yahh, pada akhirnya semua anime memang akan tamat. Tapi, Hunter x Hunter tamat dengan gantung. Masih ada cerita yang belum terselesaikan. Tapi sebenernya, menurut gue cerita HxH sudah cukup sampai disitu aaja, Toh Gon udah ketemu Ging. Killua juga memutuskan untuk bersama Alluka. Tugas Killua bersama Gon meang sudah selesai, yah itu aja udah cukup :')

Entah kenapa sakir rasanya liat Killua dan Gon akan pisah. Wajah Killua itu loh, ampun deh nyiksa hati banget. Terlihat sangaatttt sedihh :( Asli  gue ikut sedih banget liat Killua kaya gitu :( Sedangkan Gon? Gak terlihat sesedih Killua. Aaaaaaa.. Bete banget liat Gon :( Kiru.. Yang sabar ya honey :')
Mitakunai yo :'(
Yada Killua.. Mou yamete :(
Ittai yo :')
Doushite Killua? Boku wa koko dayo ><
Mitakunai
Miss this smile :(

Rabu, 03 Desember 2014

17 Agustus 2014



Hoolllaaa temans blogger..

Berlanjut pada cerita 'Still PasNine', kali ini menceritakan tentang persiapan upacara 17 Agustus.

Well, gue merasa, upacara peringatan 17 Agustus itu sangat penting buat anak Pakibra. Di tanggal itu, para bibit anak bangsa yang ;mantap' terlahir ^^
Eh, angkatan 2014 ada yang masuk Kota dan Kecamatan. Kota 1, Audy. Dan Kecamatan 4. Sisanya disekolah.

Oke, setelah demo, acara selanjutnya yaitu Upacara Peringatan 17 Agustus. Untuk memotivasi capas, gue mau mereka berpartisipasi.
Gue ngajuin untuk diadakan peringatan 17 Agustus ke pa Syarif. Karena pa Syarif menanggapi dengan baik, gue membujuk PasNine untuk bisa melaksanakannya. Gue nga perlu yang mewah sampai ada pasukan 17 dan 8. Buat gue, yang penting adalah peringatannya sebagai harinya anak paskibra. Jadi, dari awal gue minta untuk bikin pasukan 12 aja. Sisanya jadi petugas lain-lain.

Sempet ada masalah juga, karena tiba-tiba anak PasNine tidak menyanggupi untuk mengadakan peringatan 17 Agustus. Kalian harus tau betapa stresnya gueee. Yaa ampunn, di kantor langsung gak konsen gue. Hahahaha.. Gue udah bujuk dan beri pengertian, tapi mereka kurang memahami gue kayanya. Hahaha.. Mereka tetep aja galau. Katanya minta diundur aja, sedangkan pihak sekolah gak mau kalau diundur. Akhirnya mereka pasrah, mereka berencana untuk buat pasukan 3 aja seperti upacara biasa, hanya teks nya saja yang diganti. Yeah, gue juga sudah hampir nyerah untuk bujuk mereka. 

Tapi, akhirnya gue 'iya' kan keinginan mereka. Dengan syarat, Hari Sabtu gue mau melatih tu pasukan 3. Senior yang bertugas harus hadir dan capas harus menyaksikan. Awalnya gue tetep mau memaksakan untuk buat pasukan 12. Tapi gue gak mau mengecewakan sekolah dengan tambil seadanya. Jadilah pasukan 3 terdiri dari senior. Sisanya, ya bertugas. Mereka semua mengenakan seragam layaknya sedang memperingatkan hari besar (ya memang). Itu perlengkapan juga gue yang sibuk cari sana-sini-_-

Senior gue suruh latihan sendiri. Untuk capas, dihendle gue, dan beberapa angkatan 212 yang hadir. Itu capas semuanya nilang gugup. Tapi gue tetep memaksa mereka untuk percaya diri. Yah, gue bilang ke mereka kalau gue ga perlu melihat mereka dengan penampilan yang sempurna. Cukup melihat mereka percaya diri, itu udah cukup buat gue.
Mereka latihan 2 hari, yah itungannya sehari lah. Begini nih suasana mereka latihan.
Seneng liahat mereka bersemangat ^^



Jumat, 28 November 2014

Presepsi



A. Pengertian Presepsi 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI), Persepsi diartikan sebagai suatu tanggapan(penerimaan) langsung dari sesuatu. Sedangkan istilah persepsi biasanya digunakan untuk mengungkapkan tentang pengalaman terhadap suatu benda ataupun sesuatu kejadian yang dialami. Berikut ini adalah beberapa definisi Persepsi menurut para ahli :
1. John R. Wenburg & William W. Wilmot
Persepsi dapat didefinisikan sebagai cara organisme memberi makna.
2. Rudolph F. Ferderber
Persepsi adalah proses menafsirkan informasi duniawi.
3. J.Cohen
Persepsi adalah interpretasi bermakna atas sensasi sebagai representative objek eksternal; Persepsi adalah pengetahuan yang tampak mengenai apa yang ada diluar sana.

Persepsi adalah inti komunikasi, sedangkan penafsiran ( interpretasi ) adalah inti dari persepsi itu sendiri, yang identik dengan penyandian balik(decoding). Persepsi juga mencakup penginderaan(sensasi) melalui alat-alat/panca indra(mata,hidung,telinga,kulit,dan lidah), atensi, dan interpretasi. Ahli lain mengemukakan unsure-unsur persepsi adalah seleksi,organisasi,dan interpretasi.

Sensasi merujuk pada pesan yang dikirimkan ke otak melalui alat-alat panca indera manusia. Panca indera berfungsi sebagai reseptor yang akan menghubungkan antara otak manusia dengan lingkungan sekitar.

Atensi (perhatian) berarti sebelum sebelum manusia merespon atau menafsirkan objek atau kejadian atau rangsangan apapun, manusia terlebih dahulu harus memperhatikan kejadian atau rangsangan tersebut. Biasanya, rangsangan yang menarik perhatian cenderung dianggap lebih pending daripada yang tidak menarik perhatian, dengan kata lain kita akan memperhatikan apa yang kita anggap bermakna bagi kita terlebih dahulu.

Interpretasi adalah tahap terpenting dari persepsi, yaitu menafsirkan atau memberi makna atas informasi yang sampai kepada kita melalui panca indera.


B. Jenis-Jenis Presepsi 


1.     Persepsi Lingkungan Fisik
Persepsi orang terhadap lingkungan fisik tidaklah sama, dalam arti berbeda-beda, karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain :
- Latar belakang pengalaman
- Latar belakang budaya
- Latar belakang psikologis
- Latar belakang nilai, keyakinan, dan harapan.

2.     Persepsi Sosial
Persepsi sosial atau persepsi orang terhadap orang lain adalah proses menangkap arti objek- objek social dan kejadian-kejadian yang kita alami dalam lingkungan kita.Persepsi anda akan mempengaruhi persepsi saya atau persepsi orang lain terhadap diri anda, dan begitu juga sebaliknya. 



C. Sifat-Sifat Presepsi 


1.  Persepsi Berdasarkan Pengalaman
Perilaku manusia didasarkan pada persepsi mereka mengenai realitas social yang telah mereka pelajari. Persepsi manusia terhadap seseorang,objek,atau kejadian, atau bahkan terhadap reaksi mereka terhadap hal-hal tersebut didasarkan pada pengalaman masa lalu mereka berkaitan dengan orang,objek,atau kejadian serupa. Ketiadaan pengalaman terdahulu dalam menghadapi suatu objek akan membuat seseorang menafsirkan objek tersebut hanya berdasarkan dugaan semata, atau pengalaman yang mirip.


2.  Persepsi Bersifat Sekektif
Pada dasarnya melalui indera kita, setiap saat diri kita ini dirangsang dengan berjuta rangsangan. Jika kita harus memberikan tafsiran atas semua rangsangan itu, maka kita ini bisa menjadi gila. Karena itu, kita dituntut untuk mengatasi kerumitan tersebut dengan memperhatikan hal-hal yang menarik bagi kita. Atensi kita pada dasarnya merupakan faktor utama dalam menentukan seleksi atas rangsangan yang masuk ke dalam diri kita.


3.  Persepsi Bersifat Dugaan
Karena pada dasarnya data yang kita peroleh melalui penginderaan tidak pernah lengkap, maka seringkali persepsi merupakan proses pemikiran yang langsung meloncat pada kesimpulan. Proses Persepsi yang berupa dugaan ini memungkinkan kita menafsirkan suatu objek dengan makna yang lebih lengkap dari sudut pandang manapun.


4.  Persepsi Bersifat Evaluative
Tidak sedikit orang beranggapan bahwa apa yang mereka persepsikan sebagai sesuatu yang nyata. Artinya, perasaan seseorang sering mempengaruhi persepsinya, padahal hal tersebut bukanlah sesuatu yang objektif. Kita melakukan interpretasi berdasarkan pengalaman masa lalu dan kepentingan subjektif kita sendiri. Karena itu persepsi bersifat evaluatif; merupakan proses kognitif yang mencerminkan sikap, kepercayaan, nilai dan pengharapan dengan memaknai objek persepsi itu sendiri.


5.  Persepsi Bersifat Kontekstual
Suatu rangsangan dari luar harus diorganisir dalam diri manusia. Dari berbagai pengaruh yang ada dalam persepsi kita, konteks merupakan pengaruh yang paling kuat. Konteks yang mengitari kita ketika melihat seseorang, objek, atau bahkan suatu peristiwa sangat mempengaruhi struktur kognitif, dan juga ekspektasi kita dan oleh karena itu juga akan mempengatuhi persepsi kita.


D. Faktor Yang Mempengaruhi Presepsi 

1. Faktor Internal
Faktor internal yang mempengaruhi persepsi, yaitu faktor-faktor yang terdapat dalam diri individu, yang mencakup beberapa hal antara lain :

A.      Fisiologis. Informasi masuk melalui alat indera, selanjutnya informasi yang diperoleh ini akan mempengaruhi dan melengkapi usaha untuk memberikan arti terhadap lingkungan sekitarnya. Kapasitas indera untuk mempersepsi pada tiap orang berbeda-beda sehingga interpretasi terhadap lingkungan juga dapat berbeda.

B.      Perhatian. Individu memerlukan sejumlah energi yang dikeluarkan untuk memperhatikan atau memfokuskan pada bentuk fisik dan fasilitas mental yang ada pada suatu obyek. Energi tiap orang berbeda-beda sehingga perhatian seseorang terhadap obyek juga berbeda dan hal ini akan mempengaruhi persepsi terhadap suatu obyek.

C.      Minat. Persepsi terhadap suatu obyek bervariasi tergantung pada seberapa banyak energi atau perceptual vigilance yang digerakkan untuk mempersepsi. Perceptual vigilance merupakan kecenderungan seseorang untuk memperhatikan tipe tertentu dari stimulus atau dapat dikatakan sebagai minat.

D.     Kebutuhan yang searah. Faktor ini dapat dilihat dari bagaimana kuatnya seseorang individu mencari obyek-obyek atau pesan yang dapat memberikan jawaban sesuai dengan dirinya.

E.      Pengalaman dan ingatan. Pengalaman dapat dikatakan tergantung pada ingatan dalam arti sejauh mana seseorang dapat mengingat kejadian-kejadian lampau untuk mengetahui suatu rangsang dalam pengertian luas.

F.       Suasana hati. Keadaan emosi mempengaruhi perilaku seseorang, mood ini menunjukkan bagaimana perasaan seseorang pada waktu yang dapat mempengaruhi bagaimana seseorang dalam menerima, bereaksi dan mengingat.


2. Faktor Eksternal
Faktor eksternal yang mempengaruhi persepsi, merupakan karakteristik dari lingkungan dan obyek-obyek yang terlibat didalamnya. Elemen-elemen tersebut dapat mengubah sudut pandang seseorang terhadap dunia sekitarnya dan mempengaruhi bagaimana seseoarang merasakannya atau menerimanya. Sementara itu faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi persepsi adalah :

A.    Ukuran dan penempatan dari obyek atau stimulus. Faktor ini menyatakan bahwa semakin besrnya hubungan suatu obyek, maka semakin mudah untuk dipahami. Bentuk ini akan mempengaruhi persepsi individu dan dengan melihat bentuk ukuran suatu obyek individu akan mudah untuk perhatian pada gilirannya membentuk persepsi.

B.    Warna dari obyek-obyek. Obyek-obyek yang mempunyai cahaya lebih banyak, akan lebih mudah dipahami (to be perceived) dibandingkan dengan yang sedikit.

C.     Keunikan dan kekontrasan stimulus. Stimulus luar yang penampilannya dengan latarbelakang dan sekelilingnya yang sama sekali di luar sangkaan individu yang lain akan banyak menarik perhatian.

D.    Intensitas dan kekuatan dari stimulus. Stimulus dari luar akan memberi makna lebih bila lebih sering diperhatikan dibandingkan dengan yang hanya sekali dilihat. Kekuatan dari stimulus merupakan daya dari suatu obyek yang bisa mempengaruhi persepsi.

E.     Motion atau gerakan. Individu akan banyak memberikan perhatian terhadap obyek yang memberikan gerakan dalam jangkauan pandangan dibandingkan obyek yang diam.



Sumber :
Buku Ilmu Komunikas Drs, Riswandi & Drs. Deddy Mulyana

Sabtu, 22 November 2014

Kono Hito Ga Suki




Hhhoolllaaaa Minnaaaaa-samaaa... ^^

Semangat pagi selalu yaa... Hihiihi..

Ogenki desu ka? *uhuk

Hihihi.. Ceritanya gue mau curhat tentang cowok yang gue suka.. Duhh jadi malu.. *tutup mata* 

Ada seorang cowok yang menarik perhatian u,u Duhh. Pokonya gak tahan banget kalau liat senyum itu cowok. Gingsulnya itu loh.. Ngegemesin minta dicium *plak

Well, berawal dari kisah gue nonton anime Kuroshitsuji (Black Butler). Animenya keren banget, greget >.< Saking sukanya, gue googling tentang tu anime. Karena cukup populer, gak sulit untuk dapet berita tentang tu anime. Ternyata, ada Musicalnya :o Musikal, tau kan? Semacem drama gitu, tapi ada lagu-lagu diadegan tertentu yang dinyanyiin pemainnya.

Dan, Musical 1, Shogo Sakamoto sebagai Ciel Phantomhive itu sangat menarik perhatian banget *,* Lope lope deh pokonya. Sejujurnya Shogo-kun ngak pantes banget jadi Ciel, gomen ne Shogo-kun. Shogo-kun terlalu tinggi untuk jadi Ciel. Dan tampang sombongnya tuh kurang banget. Shogo-kun punya tampang yang ramah meskipun lagi manyun <3

Shogo Sakamoto lahir 13 Juni 1993. Shogo-kun pernah 'istirahat' dari dunia entertainer dengan alasan belajar. Ya ampun gue seneng banget denger alasan seperti itu, tapi agak sedih juga. Tapi, itu sudah berlalu. 2013 lalu Shogo-kun kembali. Hip hip hurrayy...

Shogo-kun bisa dibilang kurang terkenal, jadi agak sulit untuk mengulik tentang dirinya. Hihihii.. Yang pasti adalah, Shogo-kun itu manis banget kalau senyum. Ampun dah meleleh gue dibuatnya. *Maaf ya Billy ><

Biar ga penasaran, liat nih koleksi foto Shogo-kun gue :') Jangan sampai naksir ya, dia udah punya gue :p


Nah kan gak pantes banget jadi Bocchan yang super dingin ><


Ini adegan favorit gue :3

Ryoma Echizen <3


Shogo-kun emang suka main gitar, bahkan blog nya menamakan dirinya gitaris :D
Nih Yukito Nishii, Ciel generasi 2. Dia ini yang lebih mirip Ciel :3

Nah kan giginya ngegeregetin ><